Thursday, July 21, 2005

Cinta Diatas Pasir

Kemarin kurasakan jenuh yang luar biasa
Kehampaan mengisi seluruh relung hatiku
Aku hanya ingin diam dan diam
Kegelapan menjadi kawan setiaku.

Berawal dari sebuah email yang mengingatkanku
lagi pada dirinya yang jauh disana.
Pada masalah kami yang tak kunjung selesai
dan selalu berada dalam sebuah persimpangan.

Cinta yang lama kami bangun diatas pasir kembali runtuh, ketika ombak itu datang tak ada yang dapat mencegahnya.

Walaupun kami sadar apa yang kami jalani adalah kesia-siaan, ...tak akan pernah ada jalan keluar.

Jalan yang kami tempuh menuju jurang kehancuran hati,
Aku lelah menjalani semua ini namun aku tak tahu bagaimana
melepaskan semuanya ? Kapan kutemukan jawaban itu, aku tak tahu...,hanya keajaiban yang bisa menjawabnya.

Kudengar nasihat dari sahabat, bahwa kadang kita harus berani
mengambil keputusan walau itu menyakitkan diri kita, bahkan mendapat
cemooh dari orang lain. Buanglah hal-hal yang bisa menggerogoti
kehidupan kita. Masa depan masih bisa diraih dengan atau tanpanya.

Sekarang aku akan mengatakan : "In times of difficulties, don’t say God I have a Big Problem, but instead: HEY PROBLEM, I HAVE BIG GOD, and everything will be alright.".

Terima kasih Sahabat, dan bantulah aku, pegang tanganku dan beri aku kekuatan.

Kuta, 20050721

No comments: